Akibat Kelalaian Pihak Sekolah Seorang Siswa SMA N 14 OKU Menjadi Korban Penganiayaan Berat

oleh -4333 Dilihat

Baturaja, Branusantara.com – Seorang siswa SMA N 14 OKU menjadi korban penganiayan di sekolah. Hal tersebut terjadi pada saat jam pelajaran atau jam sekolah berlangsung dan terjadinya di dalam lingkungan sekolah pada hari Selasa pagi ( 17-06-2025 ). Siswa yang menjadi korban adalah Wildan Septa Nurramadhan kelas X. Kejadian bermula ketika korban sedang di dalam kelas, dia di panggil oleh Adam, kemudian Wildan keluar kelas memenuhi panggilan Adam. Begitu berada di luar kelas teman Adam yang bernama Akbar Tanjung selaku pelaku sudah menunggu di depan kelas. Akbar sempat bicara ke Wildan dengan mengatakan “berani idak kau samo aku”. Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Akbar mendorong tubuh korban dan korban sempat balas mendorong pelaku. Setelah itu tanpa di duga oleh korban, Akbar memukul kepala bagian samping kiri korban menggunkan kayu yang cukup besar, sehingga korban jatuh pingsan dan menderita memar yang cukup besar di pipi kirinya.

Akibat pukulan tersebut wildan langsung terjatuh tak sadarkan diri. Melihat korban sudah tergeletak pingsan, teman korban yang bernama Gangga melerai kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada guru. Saat Wildan tersadar dari pingsan, dia mendapati dirinya sudah berada di tempat praktek bidan desa Lubuk Banjar. Wildan tidak mengetahui siapa yang membawanya ke bidan karena dalam keadaan pingsan ketika di bawa dari sekolah. Seorang guru Anwar Mujahid bersama rekaan guru lainnya menjaga Wildan di tempat klinik bidan.Desa  Kemudian Anwar selaku guru menghubungi Nurrohman selaku ayah korban untuk memberi tahukan kejadian yang menimpa korban.

Baca Juga :   LSM Geram Berhasil Mendamaikan Pasangan Suami Isteri yang Hampir Bercerai Kini Rujuk Kembali

Mendapat info tersebut, Nurrohman bersama kelurganya segera mendatangi lokas Wildan di rawat yaitu ke tempat bidan. Selanjutnya Nurrohman berserta keluarganya yang di dampingi oleh LSM Geram DPD Sumsel DPC OKU dan awak media, melarikan Wildan ke RS. Santo Antonio Baturaja. Untuk itu Wildan harus menjalani rawat inap guna menjalani observasi lanjutan karena pihak keluarga kuatir terjadi gegar otak atau ada pembekuan di bagian dalam kepala Wildan. Masih menurut Wildan, kejadian dirinya di aniaya hari ini tidak ada penyebab sama sekali. Sebelum-sebelumnya tidak ada konflik atau persolan apapun dengan pelaku Akbar yang merupakan warga desa Kepayang Kec. Peninjauan OKU dan teman-temannya, sehingga Wildan sendiri tidak mengerti kenapa dia di pukul.

Baca Juga :   PAN Raih Suara Terbanyak di Pemilihan Legislatif Kabupaten OKU Sumsel

 

Nurrohman selaku ayah Wildan tentu sangat menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya. Menurut Nurrohman “saya tidak terima atas apa yang di alami oleh anak saya, apa lagi anak saya tidak pernah ada perselisihan dan permasalahan dengan pelaku dan teman-temannya. Ini sungguh perbuatan keji dan kejam”, ucap Nurrohman. Selanjutnya Nurrohman menunggu itikad baik dari pelaku dan keluarganya.

“kami menunggu saja bagaimana respon orang tua pelaku mengenai kejadian yang menimpa anak kami. Karena sangat kuatir terhadap kondisi anak kami yang saat sadar dari pingsannya mengalami muntah-muntah. Takutnya anak kami gegar otak. Jika orang tua pelaku dan pihak keluarga punya itikad baik dan siap bertanggug jawab sepenuhnya, kami siap menerima dengan tangan terbuka dan berlapang dada. Akan tetapi jika tidak maka kami akan menempuh jalur hukum dan melaporkan perbuatan pelaku ke Polisi karena ini merupakan perbuatan kriminal.

Baca Juga :   PWDPI Resmi Didaftarkan ke Kemendagri dan Dewan Pers

Selaku LSM dan selaku awak media dari media begesah.com dan Baranusantara.com, serta pihak orang orang tua korban, mempertanyakan bagaimana kejadian ini sampai terjadi di dalam lingkungan sekolah bahkan di depan ruang kelas. Kami pertanyakan karena indikasinya ada kelalaian pihak sekolah dan kurangnya pengawasan terhadap murid-murid di SMA N 14. Untuk itu kami dari LSM dan media akan melakukan konfirmasi masalah tersebut sekaligus meminta sekolah mengambil tindakan tegas terhadap siswa yang menjadi pelaku kriminal tersebut. Sejatinya sekolah menjadi tempat siswa siswi menuntut ilmu dengan aman dan nyaman, bukan tempat mempertaruhkan keselamatan dan nyawa. Untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi murid belajar di sekolah, itu merupakan tanggung jawab penuh dari para guru dan pihak sekolah.

(Heri  )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.