ANGGOTA KOMESIONER BAWASLU DIDUGA MENERIMA SUAP SENILAI MILIARAN RUPIAH

oleh -7923 Dilihat

Baturaja, Bara nusantara.com – Dua oknum Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), inisial F dan AK, diamankan ke Mapolres OKU Senin (04/02/24) dini hari, sekitar pukul 01.00 wib.

Keduanya diamankan sejumlah masa atas dugaan menerima suap sebesar Rp1,340 Miliar dengan menjanjikan seorang calon legislatif (caleg) bisa lolos menjadi anggota DPRD setempat.

Ihwal ini terungkap tatkala kedua oknum komisioner tersebut berada di kediaman caleg yang diiming-imingi janji tersebut, sekitar pukul 22.00 wib.

Baca Juga :   Sebanyak 50 Bacaleg Dari Partai PDIP di Nyatakan Lengkap Oleh KPUD Lamsel.

Mereka sempat bermusyawarah untuk menuntaskan persoalan tersebut beberapa jam sebelum keduanya dibawa ke Mapolres.

Adapun caleg yang merasa dirugikan itu adalah Mirsawati, caleg nomor urut 3 asal PAN dari daerah pemilihan (dapil 1) Baturaja Timur.

Angga, anak dari Mirsawati menuturkan, pihaknya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp1,340 miliar dengan iming-iming memperoleh sebanyak 4.000 suara di dapil 1 Baturaja Timur.

Uang yang dikeluarkan tersebut diserahkan secara bertahap melalui perantara atau orang suruhan F.

Baca Juga :   *Skema Penipuan Madu Berujung Penangkapan di Baturaja Timur*

“Uang ini kami serahkan sebelum pelaksanaan Pileg. Itu diserahkan bertahap kepada utusannya bernama Arya, atas perintah F. Dengan asumsi Rp300 per kepala untuk 4.000 suara,” beber Angga tadi malam.

Sebagai Caleg yang baru pertama ikut kontestasi Pemilu, pihak keluarga Mirsawati merasa dipermainkan oleh kedua oknum komisioner tersebut. Ini lantaran suara yang masuk sangat jauh dari yang dijanjikan.

Jajaran DPD PAN OKU tak tinggal diam dengan persoalan yang menimpa kadernya. Oleh karenanya, beberapa fungsionaris DPD PAN OKU akhirnya membawa persoalan tersebut ke pihak yang berwajib atas dasar dugaan menerima suap.

Baca Juga :   Warga Sukajadi Datangi Posko Relawan YPN-YESS Butuh Bantuan Ingin Berobat Karena Sakit

Kedua oknum komisioner tersebut tak mampu berbicara banyak saat berhadapan dengan keluarga Mirsawati dan beberapa pengurus DPD PAN OKU saat berada di kediamannya tadi malam itu.

Bahkan satu diantaranya sempat melarang wartawan untuk mendokumentasikan pertemuan malam itu. Hingga berita ini ditulis, keduanya masih berada di Mapolres OKU. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.