,

Truk besar Bermuatan Semen Terjebur Ke laut

oleh -604 Dilihat

Baranusantara com Lampung. MERAK
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi insiden truk besar bermuatan semen yang jatuh ke laut dari KMP Labitra Karina

milik operator ferry swasta PT Samudera Ferry di Dermaga V Pelabuhan Merak, Banten pada Rabu (28/12/2022) pukul 20.35 WIB. Dilaporkan, KMP Labitra Karina melakukan proses pemuatan sekitar pukul 20.05 WIB.

“Truk besar tersebut naik ke kapal saat proses muat melalui Dermaga V Merak Namun saat melintas untuk proses muat, kapal tersebut mengalami patah as, lalu tersangkut di rampdor, hingga membuat posisi truk melintang dan tidak dapat melanjutkan proses muat ke dalam kapal,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin,.dalam siaran pers tadi malam.
Melihat kondisi truk besar tersangkut, tim gabungan segera mengarahkan bantuan mobil derek dibantu truk untuk menarik truk besar yang tertahan tersebut. Namun tidak berhasil dan pada pukul 22.38, truk besar tersebut jatuh ke laut. Namun demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Baca Juga :   Relawan YPN Bidang Kesehatan Kembali evakuasi Warga Desa, Kelumpang ,Menderita Sakit

Di sisi Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Handjar Dwi Antoro menyampaikan bahwa pada pukul 22.00 WIB seluruh dermaga di Pelabuhan Merak dinyatakan tidak beroperasi dikarenakan kondisi cuaca ekstrem yang tidak kondusif bagi pelayaran. Pelayanan penyeberangan lintas Merak- Bakauheni ditutup sementara hingga situasi kembali kondusif.

“ASDP bersama dengan regulator mengimbau kepada seluruh masyarakat, pengguna jasa penyeberangan agar lebih bijak dalam merencanakan perjalanan dengan kapal ferry di tengah cuaca ekstrem saat ini. Pengguna jasa agar tetap berhati-hati, mewaspadai cuaca buruk, dan pastikan kondisi stamina dan kendaraan agar tetap sehat dan prima,” kata Shelvy.

Baca Juga :   Solidaritas Beraksi: Bidan dan Relawan Ypn  Bersatu Evakuasi Indah Yuliani dalam Krisis Kesehatan Mendesak"

ASDP terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah memprediksikan bahwa musim penghujan akan memasuki masa puncaknya pada periode Desember 2022 hingga Januari 2023. Mengingat BMKG juga mengimbau seluruh masyarakat termasuk pihak-pihak terkait untuk selalu memonitor dan mewaspadai kondisi cuaca saat musim penghujan ini. (Sahlan)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.