,

Sejumlah Warga Desa Bandar dalam,Kecamatan Sidomulyo,mengeluhkan kondisi sungai Way Curup tercemar limbah diduga dari Perusahaan PT.Indonesia Evergreen (IEG).

oleh -822 Dilihat

Baranusantara-com Lampung,Nampak keluar dari saluran pembuangan perusahaan, limbah mengalir dari hulu kehilir sampai ke Way curup RT 02 dusun Bandar dalam dan menjadi keluhan sejumlah warga.Sebelum adanya perusahaan PT.Indonesia Evergreen,Sungai Way curup sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Sejak berdirinya perusahaan,kondisi sungai way Curup bau busuk yang diduga tercemar limbah PT.Indonesia Evergreen,”keluh warga desa Bandar Dalam,Yanto Saat memberikan keterangan,rabu (17/05/2023).

“Ya,kondisi sungai tercemar hampir sekitar 3 Tahun,bila dipakai mandi badan jadi gatel-gatel,”ungkapnya.Ini kan, sungai sumber kehidupan masyarakat,masih dikonsumsi (Diminum) digunakan untuk mandi,mencuci sebagai kebutuhan sehari-hari.dan sekarang tercemar.

Sejak berdiri perusahaan,Yanto mengaku tidak pernah bertanda tangan terkait soal ijin lingkungan.Menurutnya warga dusun RT 04 tidak pernah bertanda tangan,jangankan mau ngasih konfensasi,perusahaan kenal juga tidak dengan masyarakat.enggak tau kalau lurah Suyadi ada didalamnya apa enggak,Tau saya,kurang paham saya,yang jelas warga tidak pernah dilibatkan soal ijin lingkungan,”ujarnya.

Baca Juga :   Gelar Rapat Kordinasi, DPD PAN OKU Tergetkan Rebut Kekuasaan Eksekutif dan Legislatif

menurut Yanto dulu pernah ada orang yang mendatangi warga,entah dari perusahaan apa bukan,namun tidak bertemu dengan Yanto. Orang tersebut sampai ngambil simple air sungai kemudian katanya mau mau mempasilitasi dan berjanji mau memberi bantuan sumur bor tapi bohong,”ucap Yanto menambahkan.

masih kata Yanto dirinya bersama warganya tidak takut apabila nanti sampai dipanggil perusahaan.siap mau sampai kemana,Jangan kan dipanggil perusahaan,dipanggil kedinas mana pun siap.Percemaran sungai inikan sudah lama,sampai anak cucunya di bawa berobat kerumah sakit,terkena gatel gatel sampai kulitnya saja melentung,”ucapnya lagi.

Yanto sebagai RT sekaligus mewakili warganya meminta perusahaan bertanggung jawab.dan bisa menyediakan air bersih.Permintaan warga tidak banyak,meminta konfensasi dan sumur bor,”ujarnya meneruskan permintaan warganya.

Baca Juga :   Layanan Penyeberangan, Merak-Bakauheni Kembali Dibuka

Hal yang sama diutarakan,Armah Warga Dusun Bandar dalam,membenarkan sungai way Curup tercemar limbah sudah berlangsung lama.sudah menahun sungai way Curup tercemar.“Kalau lagi kumat airnya bau busuk,dan limbahnya itu putih gitu,airnya bila digunakan gatel-gatel,”keluhnya.

Ya,dulu pernah ada orang yang dateng,ngecek-ngecek gitu katanya mau ngasih bantuan sumur bor,tapi faktanya enggak ada,”ucap Armah kecewa.Armah meminta,kepedulian perusahaan,seperti sumur bor dan konfensasi lainnya,”imbuhnya.

Sungai Way Curup,Selain masih dikonsumsi (diminum) masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,dan sungai way Curup pula dipergunakan warga untuk mengairi persawahan.Air dari hulu kehilir digunakan warga untuk mengairi sungai,terkadang air berubah warna putih kebiruan dan airnya gatel-gatel”ucap Wanita Berkerudung Itu,Puah.

(Puah-red) meminta bantuan sumur bor karena air sungai way Curup sudah tidak bisa digunakan.adapun dipergunakan itu dalam keadaan terpaksa karena tidak ada pilihan.Bunda Pu’ah Berharap kepada masyarakat bisa mempasilitasi persoalan ini sampai keperusahaan.

Baca Juga :   Relawan YPN bersama LSM GERAM cepat tanggap membantu warga Desa Karang Agung yang menderita sakit' 

“Benar dulu ada orang dateng,berkali kali dateng dan menemui warga,katanya mau ngasih bantuan sumur bor tapi enggak ada juga itu bantuan,”ucapnya kecewa.

Air way curup itu kan,dulu masih terjaga kelestariannya,sekarang sudah tercemar limbah.bila digunakan untuk mandi badan burik dan gatel-gatel.“Jadi warga Terkadang,untuk mandi harus menampung air hujan,”jelas dia.

Hal ini diamini Bunda Geno salah seorang petani,membenarkan sungai way curup sudah tercemar limbah perusahaan.Mau mandi susah,kondisi sungai sudah tercemar.apalagi kalau musim hujan air sungai tidak bisa diminum butek ditambah tercemar limbah.Kalau hari biasa,mandi disungai,tapi airnya haduuh gatel dibadan,dulu enggak begini,”keluhnya.

Ibu beranak enam itu menambahkan,sejauh ini masyarakat masih mengkonsumsi air tersebut (Sahlan)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.