” SAHLAN” ketua LSM Geram Banten Indonesia DPC Lampung Selatan, Melakukan investigasi adanya aduan masyarkat

oleh -480 Dilihat

Lampung, BaraNusantara.com Rabu.14 Desember 2022, ketua geram DPC Lampung Selatan melakukan investigasi galian tanah yang terletak di Desa Maja, kecamatan Kalianda, kabupaten Lampung Selatan, provinsi Bandar Lampung ,saat Sahlan dan jajaran Geram, Beserta awak media BaraNusantara .com turun langsung ke lokasi ternyata galian tanah tidak beraktivitas lagi terlihat jelas saat tim Geram melakukan investigasi

Penemuan di lokasi hanya,ada,alat Berat seperti excavator yang sudah Terlihat beberapa hari tidak Beroperasi lagi
Sahlan, langsung mengambil langkah untuk mencari warga Sekitar untuk Bertanya, warga itu inisial( RA) 45 tahun Sahlan langsung mengajukan pertanyaan kepada narasumber,pak kok di lokasi galian tanah kok sepi Gak Ada yang bekerja pak ya tanya Sahlan,(RA) menjawab iya pak Sudah satu Minggu lebih tidak Beroperasi lagi tidak tahu kenapa, Jelas warga kepada sahlan di Dampingi awak media

Lalu Sahlan di depan awak media Bertanya kepada (RA) tentang jalan yang terlihat rusak cukup parah(,RA) Dengan wajah kesal Menjawab,kami kecewa pak dan Sangat di rugikan karna ada nya Galian ini jalan ini jadi makin rusak parah ,rusak ini di akibat kan ada nya galian tanah ini di karnakan alat Berat dan mobil besar lalu lalang Melintas dan kami juga menyesal Tidak tau akan mengakibat kan Seperti ini kami di pintain tanda Tangan ijin lingkungan oleh kepala Desa kami beserta kadus,dan ketua RT kami, 10 ,kepala keluarga mendapatkan uang,Rp 100.000 Seratus ribu rupiah per kepala keluarga,

Baca Juga :   Relawan YPN Giat kamis Bersih Masjid" AL -Amien

Lanjut”(RA).sedangkan jalan rusak ini pak jelas Di akibat kan kendaraan Galian tanah ini karna Damtruk,Bermuatan tanah urukan, yang lalu lalang ,sedangkan jalan Rabat Beton ini Di Bangun dari Sumber dana desa (DD) Dengan Biaya 250 juta Nah kalo jalan ini Sekarang, hancur”seperti ini siapa yang menganti dan bertanggung jawab pak tutup (RA)

“Sahlan langsung minta konpirmasi kepada , Safrian selaku kepala desa Maja, di rumah nya “Sahlan beserta Awak media mengajukan Beberapa Pertanyaan Tentang kegiatan galian Tanah Sahlan bertanya , kenapa Galian tanah itu tidak beraktivitas lagi pak pak?..kades langsung menjawab ,Ya itu Saya stop karena Dari pihak, Bu Maya, PT MSP (Mahkota Savana Putriandini) Belum menyelesaikan pembayaran Sesuai dengan perjanjian/Kesepakatan dengan pihak Desa Yang secara tertulis

Baca Juga :   Lagi Dan Lagi Relawan YPN Bantu warga Desa Gunung Tiga Ulu Ogan 

Lanjut kades,Terpaksa Alat Berat Seperti Excavator kami tahan untuk Menjadi Jaminan Sebelum Semuanya dipertangung jawabkan,Dan Jalan harus Dibangun lagi sesuai Dengan perjanjian Dan Kepada yang Mempunyai, lahan tanah harus Dibayar,

“Makanya saya memberikan ijin Untuk Galian tanah di Desa,saya, Karena” IBu Maya” mengatakan dia Bekerja Sama Dengan Pak,H.Fahrorrozi,S.T, Beliau Salah Satu(OKNUM) Anggota DPRD provinsi Lampung, dari partai Gerindra, Dan Alat Berat Excavator Itu adalah Milik,H.Fahrorrozi,S.T, kalau dari Pihak mereka belum Menyelesaikan pembayaran dan Perjanjian maka alat berat Excavator akan kami tahan, Tutup Safrian,Selaku kades Maja

“Sahlan, mencoba untuk minta konpirmasi kepada, Pak, Zaidan,SE Selaku Camat Kalianda untuk Dimintai keterangan terkait jalan Rabat Beton Desa Maja yang memakai Dana Desa (DD) rusak karena dilalui kendaraan Dumtruk bermuatan tanah oleh PT MSP (mahkota Savana Putriandini)Bu Maya, yang di Duga tidak Memiliki ijin, Sebagai pengembang,

Baca Juga :   Heni Marlina, 37 Tahun Warga Baturaja Lama ,Ucap Terimaksih,kepada YPN,

“Camat hanya bisa menyampaikan Dan berpesan kepihak pengembang atau pun kepada kepala desa, Maja, mohon Jalan Rabat beton yang rusak harus Dibangun kembali jangan sampai merugikan masyarakat pengguna jalan, ujar Pak” Zaidan Selaku camat Kalianda

Sahlan ketua LSM Geram Banten Indonesia DPC Lampung Selatan, Menegaskan kepada pihak APH(aparat penegak hukum) Untuk Menindak tegas para pelaku Penambang/galian C yang di kelola Oleh Bu Maya,PT .MSP (Mahkota Savana Putriandini) diduga Belum Memiliki izin,IUP, Galian Tanah Uruk Hal Tersebut Melanggar Pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan,dimana Ancaman Pidana Diatas Lima Tahun Penjara

Selain,Melanggar undang undang.no.5 Tahun 2009 Juga melanggar undang undang no.32.Tentang,pemeliharaan dan pengolahan,Lingkungan Hidup,Serta Harus Memiliki izin,Bila mana semua Aturan,Tidak Terpenuhi ,Kami minta pihak APH,(Aparat penegak Hukum) Di Wilayah Lampung Untuk Menertibkan,Galian Tanah Uruk ini merugikan Negara Dari Sektor Retribusi Daerah juga berdampak Luas Terhadap Lingkungan.Tutup Sahlan(Tim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.