,

Perwakilan 900 Nakes OKU Mengejar Janji P3K, Audiensi Pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten

oleh -529 Dilihat

Baturaja BaraNusantara-com- Sebanyak 70 tenaga kesehatan (Nakes) OKU, mewakili keluhan mereka, mendatangi kantor DPRD OKU Komisi 1. LA, perwakilan dari para Nakes, menyampaikan keinginan mereka untuk menanyakan perkembangan masalah yang telah mereka bawa ke Mapen Jakarta oleh sejumlah pejabat OKU dan Yopy Sahrudin dari Komisi 1 DPRD OKU. Senin 18/23.

Menurut Yopy Sahrudin, permasalahan mereka telah disampaikan ke kantor pemerintah pusat ,menpan jakarta dengan harapan agar Nakes yang telah berbakti selama 10 tahun ke atas diprioritaskan menjadi P3K. Namun, aturan dari Menpan Pusat menyebutkan adanya beberapa metode seleksi, termasuk pansel daerah dan pansel nasional. Yopy optimis bahwa Nakes yang sudah masuk dalam database dengan masa pengabdian lebih dari 10 tahun akan mendapat prioritas jika itu ada perhatian dari panselda dan panselnas.

Baca Juga :   TK / PAUD Aisyiyah III Baturaja OKU Gelar Kegiatan Belajar Di Luar.

Pengumuman terkait seleksi diundur hingga 22 Desember, sementara Nakes OKU berharap masih ada harapan bagi mereka. Selanjutnya usai mendatangi komisi 1 DPRD Oku, para Nakes mendatangi PJ Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, di kantor Pemda Oku untuk menagih janji yang pernah diutarakan terkait prioritas P3K bagi tenaga honorer yang telah terdaftar.

Meski audiensi dilakukan dengan PJ Bupati OKU tidak ada di tempat, pertemuan tersebut tetap diterima dan dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Oku termasuk Sekda OKU Darmawan Irianto, Kadin Kesehatan Dedy Wijaya, dan kepala BKD Mirdaili. Namun, pemkab menyatakan keterbatasan dalam menentukan kebijakan, sementara keputusan akhir ada di tangan Menpan Pusat.

Baca Juga :   Kapolres Lamsel Sambangi Warga Desa Baru Ranji Yang Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

Mirdaili memaparkan, terkait jumlah peserta nakes yang mengikuti tes yang berjumlah 1.700 lebih itu merupakan sebuah upaya pemkab Oku untuk menambahkan para peserta honorer dari instansi lain, seperti yang honor di swasta yang telah mendapatkan rekomendasi untuk ikut serta dalam tes P3K yang masa honor nya melebihi dari 2 tahun masa pengabdian nya, ini dilakukan atas bentuk perhatian pemkab Oku untuk memajukan seluruh tenaga honorer baik di instansi negeri maupun swasta, maka terjadi nya penambahan kuota sesuai yang diinginkan sejumlah penggiat masyarakat waktu yang silamsilam.

Baca Juga :   Dewan Protes ke Pj Bupati OKU; Gaji RT/RW Kenapa Belum di Bayar

Audiensi berakhir tanpa penyelesaian yang memuaskan, memunculkan kekecewaan dari Nakes OKU. Mirdaili, kepala BKD, mempersilahkan jika para nakes oku ingin demo ke Jakarta untuk melakukan demo ke pusat Menpan sebagai langkah selanjutnya. Dengan isi hati yang penuh kesedihan, Nakes OKU masih mengharapkan dan memohon kepada Pemerintah Kabupaten OKU agar lebih dari 900 orang ini bisa dibantu menjadi pegawai tetap atau P3K ditahun 2023 ini.

(Jimi)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.