Pangkalan LPG Menjual Gas Melon Diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Jelas Mengangkangi Peraturan perundangan Yang berlaku

oleh -480 Dilihat

Baranusantara com Lampung Selatan. Lagi Diduga sebuah pangkalan LPG Tiga (3) kilo gram,yang beralamat di Dusun patriot kelurahan way urang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Sabtu (8/6/2024).

Terlihat warga mengantri disalah satu pangkalan hanya untuk membeli gas elpiji 3 kilo gram

Untuk mengetahui apakah pangkalan tersebut menjual dengan harga HET, atau tidak,awak media mencoba ikut mengantri seperti warga lainnya, ketika mulai pelayanan oleh yang punya pangkalan inisial(AY)

Awak media sedikit terkejut, karena warga membeli gas elpiji 3 kilo gram, satu orang mendapatkan 1 tabung dengan harga Rp 20,ribu akan tetapi tetap dimintai foto copy KTP, sedang seharusnya pangkalan menjual HET, Rp 18 ribu baru meminta foto copy KTP kepada warga yang mau membeli

Pas bagian awak media, sama seperti warga yang lainnya, menyerahkan foto copy KTP dan uang sebesar Rp 100, ribu, terus kembaliannya 80 ribu,

Baca Juga :   Relawan YPN Kunjungi Warga Penderita Penyakit Langka.

Ketika awak media mempertanyakan kok kembaliannya 80, ribu,jawab AY, memang saya jual harga 20 ribu PK, terangnya

Akhirnya awak media memperkenalkan dirinya, bahwa dari media baranusantara com, ketika AY sudah tahu kalau yang membeli gas elpiji 3 kilo gram,itu adalah dari media,AY cepat-cepat akan mengembalikan uang yang dua ribu nya, akan tetapi ditolak dengan awak media

Saat awak media mempertanyakan ke AY, kenapa dirinya menjual diatas harga HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah, kenapa menjual dengan harga 20 ribu

AY, mengakui memang saya menjual, dengan harga Rp 20 ribu diatas harga HET, yang dua ribu nya saya pinta dengan suka rela nya kepada warga yang membeli gas elpiji 3 kilo gram, jelas nya

Baca Juga :   DUA OKNUM BAWASLU DILAPORKAN SECARA BERGILIR TERKAIT DUGAAN SUAP SENILAI 1,340 M

Awak media melihat juga ada mobil pickup bermuatan penuh gas elpiji 3 kilo gram, dengan nopol,BE 9945 DO,saat dipertanyakan gas elpiji 3 kilo gram yang diatas kendaraan itu mau’ dibawa kemana,AY mengatakan itu mau disalurkan kepada pelanggan-pelanggan nya salah satu nya ke polres kata AY

Pangkalan tersebut seakan tak paham dengan aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, harga yang sudah di tetapkan oleh pemerintah adalah (HET)18000 ribu rupiah, dan Pangkalan tersebut sudah melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah dan pangkalan tersebut menjual dengan harga dua puluh ribu rupiah, (20000).

Dengan adanya temuan tersebut Sn berharap agar kepada pihak yang berwenang agar menindak tegas kepada pemilik pangkalan LPG yang menjual gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :   Relawan YPN Bagian Kesehatan Evakuasi Warga yang Mengalami sesak Nafas menuju Rumah Sakit

Menurutnya, kasus tersebut tak hanya melanggar peraturan perundang-undangan, namun juga sangat merugikan konsumen khususnya masyarakat yang kurang mampu.

“Ini dapat dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999. Pasal 62 juncto pasal 8 dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 30 miliar,”

pelaku juga dapat dijerat dengan Undang – Undang Migas Nomor 22 Tahun 2021 dengan ancaman 3 tahun dan denda hingga Rp 20 miliar.

“Dengan memperhatikan tingginya ancaman pidana ini menunjukkan bahwa begitu pentingnya pengaturan migas, khususnya gas LPG Tiga (3) kilo gram yang diperuntukan untuk warga kurang mampu dan usaha mikro.(sahlan)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.