Merasa Di Intimidasi Oleh Salah Satu OKNUM, LSM’ Kepala Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti Memberikan Klarifikasi Kepada LSM Dan Media

oleh -944 Dilihat

Baturaja, BaraNusantara.com –Lengkiti  Wal Adiah selaku Kepala Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu merasa geram dan merasa sangat terganggu dengan adanya intimidasi dan ancaman yang di lakukan oleh salah satu LSM yang ada di Kab. OKU. Salah satu LSM tersebut mengirimkan surat kepada Wal Adiah yang dalam surat tersebut berisikan beberapa tuduhan yang seakan merupakan kesalahan yang telah di lakukan oleh Kepala Desa. Namun Kepala Desa Bandar Jaya membantah semua tuduhan yang dilayangkan terhadap dirinya karena semua sudah berjalan sesuai prosedur dan kesepakatan bersama antara pihak desa, perangkat desa, dan warga desa.

Adapun Dugaan Penyelewengan yang dituduhkan oleh salah satu LSM tersebut, diantaranya sebagai berikut:

1. Dalam Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti, sebelum pelaksanaannya sebenarnya telah disepakati di dalam Musyawarah Desa, bahwa Gedung Serba Guna tersebut akan di bangun diatas tanah yang terletak di Sebelah Puskesmas Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti.

 

2. Dalam Pelaksanaannya ternyata Kepala Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan masyarakat, memutuskan memindahkan lokasi bangunan tersebut dan membangun Gedung Serba Guna tersebut di atas Tanah Milik Pribadi Kepala Desa bandar Jaya Kecamatan Lengkiti. (Perlu di jelaskan apakah Tanah tersebut diHibahkan atau Jual Beli)

3. Dalam Pelaksanaannya juga terkesan ditutup-tutupi, dengan tidak memasang Papan Proyek ditambah Rencana Anggaran Biayanya yang tidak jelas.

4. Diketahui Para Pekerja Pembangunan Gedung serba Guna tersebut diatas, tidak melibatkan masyarakat Desa Bandar Jaya, disinyalir pekerjanya orang dekat dari Kepala Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti.

5. Dalam Pembangunan Jalan Lingkar Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU TA. 2022 dengan Panjang 530 Meter dan lebar 4 Meter, yang di laksanakan oleh Dinas PUPR dan Cipta Karya Kabupaten OKU, sebelumnya berdasarkan Musyawarah Desa akan di bangun di Wilayah Dusun III Talang Kepayang Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti, Namun faktanya Kepala Desa memindahkan Pembangunan Jalan tersebut ke Dusun I Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti.

Baca Juga :   Pengedar Ganja di Wilayah Kelurahan Saung Naga Diamankan Polisi

Atas tuduhan tersebut, Kepala Desa Bandar Jaya hari ini Rabu ( 27-03-2024 ) mengundang LSM Geram Banten DPD Sumsel dan DPC OKU, Media Targetsatu.com, dan Media Baranusantara untuk melihat langsung fisik pembangunan sekaligus memberikan klarifikasi yang sebenarnya. Ketika kami melakukan wawancar langsung dengan Wal Adiah, beliau mengatakan “mengenai rencana pembangunan gedung serba guna desa Badar Jaya sejak semula di rencanakan dan di musyawarahkan memang sudah disepakati lokasinya di tempat yang sekarang di bangun. Adapun pembangunan gedung serba guna seluas 19,5 meter x 36 meter tersebut di susun tiga tahapan rencana pembangunan karena mengingat keterbatasan dana anggaran. Untuk anggaran pertama yaitu membangun pondasi dan tiang-tiang terlebih dahulu dan itu sudah selesai di laksanakan. Ditahap kedua akan di lakukan pembangunan bagian dinding gedung, dan terakhir pembuatan atap gedung dan finishingnya. Pembangunan gedung serba guna ini di susun tiga tahun anggaran. Jadi yang mengatakan gedung akan di bangun di samping puskesmas, itu tidak benar”.

“Untuk tuduhan kedua yang mengatakan gedung serba guna tersebut dibangun di atas tanah pribadi itu sangatlah tidak benar karena tanah tempat pembangunan gedung serba guna desa tersebut merupakan tanah tang di beli oleh pihak desa dari saudara Insan Ilmiawan selaku pemilik tanah. Pembelian tanah tersebut sudah melalui musyawarah dan kesepakatan bersama. Pembelian tanah untuk pembangunan gedung serba guna seluas 20 M x 50 M seharga Rp. 45.000.000 dengan mengalokasikan Anggaran Dana Desa ( ADD )”.

“Mengenai tuduhan di poin ke tiga dan seterusnya, Kades menjelaskan, tidak benar pelaksana pembangunan gedung tersebut di tutup-tutupi karena kami memasang plang proyek di sertai rincian rencana biaya. Hal ini masih terlihat terpasang saat LSM Geram bersama awak media mengecek langsung ke lokasi. Sedangkan untuk pekerja pembangunan gedung serba guna semuanya berasal dari desa Bandar Jaya. Memang sehubungan di desa kami tidak ada tukang profesional selain saudara saya, maka tukang utama yang kami pakai adalah saudara saya, namun hal ini karena ada unsur KKN, dan pekerja-pekerja sebagai anak buah tukang hampir keseluruhan merupakan warga desa Bandar Jaya sendiri”.

Baca Juga :   Dinas Brida Bersama Universitas Saburai Gelar Rapat Kordinasi

Masih menurut penjelasan Wal Adiah, mengenai pembangunan jalan lingkar desa, itu merupakan proyek PUPR dengan dana APBD OKU, awalnya di rencanakan di Dusun III Talang Kepayang, namun saat Dinas PUPR mengecek lokasi, di lokasi tersebut sudah ada jalan lama dan Dinas PUPR tidak mau jika membangun jalan baru menutupi atau menimpa jalan lama. Jika tidak tersedia lahan baru untuk di bangun jalan maka pembangunan jalan akan di alihkan ke desa lain. Oleh karena itu maka di usulkan lokasinya di tempat keberadaan jalan saat ini. Lahannya pun merupakan hibah tanah untuk pembangunan jalan tersebut. Panjang jalan tersebut yang benar adalah 130 meter dengan lebar 4 meter, bukan seperti tuduhan sepanjang 530 meter”, kata Wal Adiah.

Selanjutnya LSM Geram dan awak media mewawancarai Insan Ilmiawan untuk mengkonfirmasi soal kepemilikan tanah. Insan mengatakan “benar tanah ini sebelumnya adalah milik saya yang di wariskan orang tua kepada saya. Karena pihak desa membutuhkannya untuk kepentingan masyarakat desa yaitu membangun gedung serba guna desa, maka saya jual tanah tersebut kepada pihak pemerintah desa. Sedangkan uang hasil penjualan tanah tersebut saya sumbangkan untuk membangun mushola di dekat kantor desa.

Baca Juga :   Hingga H-3, 233 Ribu Penumpang dan 51 Ribu Unit Kendaraan Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera*

Menurut Sampurna selaku Ketua LSM Geram DPD Sumsel mengatakan “setelah kami terjung langsung ke lokasi dan melihat hasil pembangunan gedung serba guna dan jalan lingkar desa, tidak ada kejanggalan yang kami temukan dari hasil penelusuran kami secara detail. Sehingga semua tuduhan yang di arahkan ke Kepala Desa kurang berdasar secara fakta yang sebenarnya. Bahkan Kepala desa menyampaikan kepada kami bahwa salah satu oknum LSM tersebut terus menghubungi dirinya dan meminta sejumlah uang dengan nada memaksa dan mengancam. Tentu saja hal ini sudah tidak benar dan kami akan mendorong Kepala Desa agar melaporkan perbuatan tersebut ke pihak berwajib karena sudah ada unsur pemerasan dalam hal ini. Kami siap mendampingi Kepala Desa untuk menyampaikan laporan kepada APH. Apa lagi bukti-bukti pemerasan di sertai ancaman tersebut lengkap kami simpan untuk bahan laporan polisi. Selaku LSM, kami tidak bermaksud bertolak belakang degan LSM lainnya Krna kami nilai ini ada unsur dugaan pemerasan dan sudah jauh tupoksi nya sebagai kontrol sosial adanya rekaman menyampaikan minta sejumlah uang dan mengancam kalo uang tidak bisa,membantu dirinya buat bayar  hutang ,bungaan kepada seseorang maka Dugan ini akan di laporkan ke pihak aph ,dan harapan saya kita sebagai LSM kontrol sosial yang memiliki aturan masing masing adart ,saya yakin aturan semua tidak membenarkan,adanya temuan atau Dugaan ,yang memonis langsung pihak terduga bersalah yang mengharuskan kan membantu nya,memberikan sejumlah uang ,maka dari itu kami dari LSM Geram akan mendampingi kepala desa,ini untuk menuju jalur hukum ,Karna kami menilai  ini   cara dan jalan yang tidak,benar.  dan ada Dugaan  unsur bertentangam dengan hukum, maka sudah kewajiban LSM sebagai pendamping masyarakat untuk mencari keadilan sesuai kebenaran”, ucap Sampurna.

( Heri )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.