Dugaan Dalam Pekerjaan Proyek Pembagunan Pengamanan Pantai,Kalianda Asal-asalan

oleh -611 Dilihat

Baranusantara com Lampung.Sahlan ketua, LSM Geram Banten Indonesia DPC Lampung Selatan.dan Tim, turun ke lokasi pekerjaan proyek pembangunan pengaman pantai Kalianda (pantai Boom)di kabupaten Lampung Selatan dengan Nilai pekerjaan sebesar Rp.26.665.191.300,00

Yang dikerjakan PT.SURYA CITRA WIRA ADI KENCANA, selaku pelaksana pekerjaan, yang mana diduga pekerjaan tersebut menggunakan bahan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB yang telah di tentukan oleh kementerian PUPR dan di Duga asal-asalan.

Seperti yang di sampaikan sahlan kepada awak media, banyak ditemukan beberapa kejanggalan yang mana menurut nya, kegiatan tersebut diduga dalam pekerjaannya tidak mengikuti spesifikasi khususnya pada kwalitas material yang digunakan yang seharusnya mengikuti RAB, yang telah ditentukan oleh kementerian PUPR, Kamis,05/01/23

Baca Juga :   Relawan YPN Kunjungi Warga Penderita Penyakit Langka.

Salah satu contohnya pada penggunaan material Batu Bolder yang terlihat di lokasi pekerjaan banyak sekali menggunakan Batu Bolder jenis ukuran kecil atau batu muda, sehingga di kawatirkan batunya akan hanyut diterjang ombak

Dan pada pemasangan kancing Batu Bolder, terkesan asal-asalan sehingga belum apa-apa sudah banyak yang terlepas berjatuhan terkena hempasan ombak laut, di kawatirkan tidak akan bertahan lama

Untuk tanah urukan seharusnya menggunakan tanah merah ini malah menggunakan tanah hitam, sehingga kalau terkena air hujan atau ombak laut akan mudah longsor tergerus air

Untuk pekerjaan kastin,penahan faving blok, dikerjakan asal-asalan, seharusnya di mal dulu dan seharusnya sebelum di pasang batu dasarnya dikasih adukan semen akan tetapi ini tidak

Baca Juga :   Sigap dan Luar Biasa Walau Tengah Malam Relawan Ypn Mengevakuasi Zamhari Ke Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang

Begitu juga dengan pekerjaan Drainase, seharusnya dasarnya di plester tapi ini tidak

Sahlan mempertanyakan dimanakah tanggung jawab pihak (kementerian PUPR/Direktorat Jendral Sumber Daya Air PUPR melalui Kepala Balai Besar Wilayah Mesuji-Sekampung(BBWSMS) apakah hanya berdiam diri atau hanya menutup mata, sedangkan pembangunan Break Water sudah di PHO(provisional Hand Over)

Padahal sudah jelas”pasal 7 ayat(1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 yang mana setiap orang yang bertugas mengawasi pembangunan atau penyerahan bahan bangunan sengaja membiarkan perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam huruf a;

Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 yang mana”setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalah gunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara
BAB V peran serta masyarakat pasal 41 huruf (a,b,c,d dan e) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999″tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca Juga :   Lagi Dan Lagi, Program Sosial Yudi Purna Nugraha, SH Bantu Warga Desa Merbau Penderita Stroke. 
Besar harapan kami (LSM Geram) agar kiranya kementrian, PUPR/Direktorat Jendral Sumber Daya Air PUPR melalui kepala Balai Besar Wilayah Mesuji-Sekampung (BBWSMS) dapat segera melakukan peninjauan khusus atau turun ke lokasi dengan segera, tutup sahla
Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.