,

Karyawan PT Multi Media Selular (MMS) Dikeluarkan Secara Sepihak Tanpa Pesan

oleh -464 Dilihat

Baturaja Baranusantara-com,Konflik Antara Pekerja dan Perusahaan MMS Sebuah kontroversi mencuat saat Robinson (32), karyawan PT Multi Media Selular (MSS) cabang Baturaja, menghadapi pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh perusahaan tempatnya bekerja. Pengaduan nasibnya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat kronologi panjang permasalahan ini.

Menurut Robinson dan kuasa hukumnya, keputusan mutasi kerja ke Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang diinformasikan kepadanya pada September lalu oleh pihak perusahaan tidak hanya diabaikan, tetapi juga diikuti dengan pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Meskipun telah mengirim surat kesediaan untuk mutasi, permintaannya untuk mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan fasilitas di sana sepertinya terlupakan.

Baca Juga :   Keretakan Rumah Di Desa Keban Agung, Imbas Pembangunan PLTU Sumbagsel 1

Upaya untuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan mengenai fasilitas dan kesejahteraan di tempat baru menemui jalan buntu, dan akhirnya, pada Oktober lalu, Robinson menerima surat pemutusan hubungan kerja yang menyatakan dirinya didiskualifikasi karena mengundurkan diri, sebuah tudingan yang ia bantah.

#### Tanggapan Pihak Terkait

Dalam upaya menyelesaikan konflik ini, DPRD OKU telah mengundang pihak PT MMS untuk bertemu bersama Robinson dalam rapat Komisi I, namun, pihak perusahaan menolak dengan berbagai alasan. Ketika mediasi dilakukan melalui Disnaker OKU, pihak perusahaan juga absen tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga :   Jelang Hari Bhayangkara ke 77 Polres Lampung Selatan Gelar kegiatan Donor Darah.

Orniando Ando, kuasa hukum Robinson, menegaskan bahwa ada dugaan pelanggaran hukum terkait pemutusan hubungan kerja sepihak. Menurutnya, UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang kemudian diubah menjadi UU No 11 Tahun 2020 menyatakan bahwa karyawan yang dianggap mengundurkan diri tetap berhak mendapatkan uang pisahnya.

#### Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Pihak PT MMS, melalui Branch Manager (BM) dan HRD HC Bussines Partner, belum memberikan komentar resmi terkait permasalahan ini. Ando menegaskan bahwa jika hak-hak PHK Robinson tidak dibayarkan sesuai ketentuan hukum, mereka akan membawa kasus ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri di Palembang.

Baca Juga :   Rumah ketua RT O3 Dusun 05 Di kunjungi warga beramai ramai

Saat dihubungi, perwakilan tim Industrial Relation (IR) dari PT MMS juga belum memberikan keterangan detail mengenai kasus ini.

Kondisi ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara pihak pekerja dan perusahaan, dengan ancaman langkah hukum sebagai bentuk resolusi jika hak-hak pekerja tidak diakui. ( ril/Jim )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.