Diduga Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda, PT LRP Ditengarai Gunakan Material Ilegal

oleh -566 Dilihat

Baranusantara.com, Lampung Selatan – Dugaan Kegiatan konstruksi Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda, (Pantai Canti dan Pantai Banding) senilai Rp26,298 Miliyar yang dikerjakan oleh PT Loeh Raya Perkasa (LRP) disinyalir gunakan bahan material ilegal dari hasil kegiatan penambangan tidak sah (Illegal Minning).

Betapa tidak, diperoleh informasi jika perusahaan asal Pidie, Aceh tersebut didukung suplier material batu Andesit oleh PT Siger Area Zambrud (SAZ) dan PT Hajar Nusantara Abadi (HANA).

Meski kedua perusahaan tersebut mengaku mengantungi surat Izin Usaha Pertambangan (IUP), namun demikian dapat dipastikan bahwa IUP yang diakui oleh PT SAZ itu diduga abal-abal.

Baca Juga :   Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

Bahkan kedua perusahaan tersebut diketahui melakukan kegiatan operasi penambangan ilegal di sejumlah Desa di Kecamatan Rajabasa, yakni Desa Waymuli, Canti dan Banding.

Hal ini dapat diketahui setelah menelusuri, di aplikasi Minerba One Map Indonesia (MOMI) milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), data perusahaan tersebut ternyata nihil.

Begitu juga saat ditelusuri di aplikasi Minerba One Data Indonesia (MODI) tidak ditemukannya data PT SAZ. Namun demikian PT HANA terdata di aplikasi ini, namun terungkap hanya memiliki Wilayah IUP (WIUP) 5 hektare saja.

Baca Juga :   Warga Desa Pajar Jaya Dengan Penuh Semangat ,Bergotong Royong Untuk Pembangunan MASJID AL.MUHAJIRIN,Di Desa Pajar Jaya,

Sementara dari pihak PT Loeh Raya Perkasa, Rio Robby saat dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp, meski dengan tanda terkirim namun tak ada respon.

Begitu juga dengan PPK dari Sungai dan Pantai I Mesuji-Sekampung, Mansyur ST MT atau familiar disapa pak Uung ini bergeming saat dihubungi LR.

Untuk diketahui, di lokasi pesisir pantai Kalianda saat ini terdapat pengerjaan 2 paket pembangunan dan 1 paket peningkatan tanggul pengaman pantai yaitu di Pantai Canti dan Pantai Banding.

Baca Juga :   Relawan YPN Berbagi Takjil Di Tiga Titik Banyak"Masyarkat Oku "Sangat Mengapresiasi

Sejatinya tanggul pengaman pantai tersebut berfungsi untuk mengamankan kawasan sekitar pesisir pantai dari potensi dan risiko tsunami yang pernah terjadi pada tahun dua ribu delapan belas (2018) silam.

Untuk tanggul pengaman pantai yang sudah terbangun ada 13,33 kilometer yang berada di sepanjang pesisir pantai Kalianda Lampung Selatan

(Sahlan )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.