,

Diduga Kangkangi Permendikbut, SMA Negeri 1 Rajabasa Jual Belikan Buku LKS.

oleh -833 Dilihat

Baranusantara.com, Lampung Selatan – Dugaan penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Satu (1) Rajabas Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Senin, (27/02/2023).


Dalam peraturan permendikbut, Pemerintah melarang pihak sekolah untuk menjual buku pelajaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa, larangan tersebut jelas diatur dalam Permendiknas nomor 75 tahun 2016, “Pihak sekolah dilarang melakukan pungutan apapun termasuk Lembar Kerja Siswa (LKS).


Peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 8 tahun 2016 tentang buku.

Kendati demikian, dengan tegas Pemerintah melarang pungutan disekolah, jual beli buku paket pelajaran dan LKS ternyata masih saja ada pihak sekolah yang terang-terangan mengangkanginya, salah satunya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Satu (1) Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang diduga melakukan jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada peserta didiknya.


Berdasarkan aduan dari wali murid kepada Sahlan ketua LSM Geram Banten Indonesia DPC Lampung Selatan, yang namanya enggan dibutkan , menjelaskan bahwa mereka membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dari salah seorang oknum guru di tempat anaknya sekolah beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Tim Sar Gabungan Berhasil Mengevakuasi 3 Orang Awak Kapal Nelayan Yang Terdampar Di Pulau Sertung

“Ya mas, saya beli buku LKS di Sekolah anak saya, sebenarnya saya sebagai wali murid kecewa, kami beli buku tanpa ada kordinasi atau di musyawarahkan terlebih dahulu, tahu-tahu anak kami ngomong suruh beli buku oleh salah satu oknum guru.”
jelasnya.

Untuk memastikan aduan orang tua siswa Sahlan dan awak media,mencoba menemui PK Saman Kepala Sekolah SMAN 1Rajabasa, Desa kunjir,kecamatan Rajabasa kabupaten Lampung Selatan, akan tetapi Kepsek tidak ada di tempat dan akhirnya menemui PK BAHRONI,Guru sosialogi/Humas di duga yang menerima uang dari penjualan buku LKS dari siswa

 

Masih di tempat yang sama,BAHRONI selaku guru sosiologi dan merangkap sebagai Humas, membenarkan kalau beliau menjual buku LKS kepada siswa, “betul disini kami menjual buku LKS kepada wali murid, tapi tanpa ada paksaan, kami menawarkan siapa saja yang mau beli kami persilahkan, tetapi kami tidak memaksa,” terangnya.

Baca Juga :   DPRD KAB OKU SELATAN SUKSES GELAR RAPAT PARIPURNA DALAM RANGKA HUT KE 19 KABUPATEN SELATAN BANYAK GAPAIAN PRESTASI DAN SEMAKIN BERSINAR

Ia juga memaparkan bahwa, “harga buku LKS dijual dengan harga 10 ribu rupiah, per mata pelajaran dan bervariasi ada yang 6 hingga 8 macam buku ,” jelasnya.

Ketika Sahlan mempertanyakan apakah, Bahroni,menjual buku LKS itu sendiri atau ada oknum yang lain, tidak saya tidak sendirian, akan tetapi saya tidak bisa menyebutkan nama-namanya sebelum saya berkordinasi dengan PK Saman, kepsek (kepala sekolah) nanti datang lagi saja hari Senin,ujarnya jumat.24/02/23

Senin.27/02/23. Akhirnya sahlan dan anggota mendatangi kembali ke SMA Negeri 1 Rajabasa, tapi sayang sekali untuk yang kedua kali nya, Saman kepsek tidak ada ditempat dan bertemu dengan Bahroni dan Ahmad Hamdan,Guru geografi,PNS(pegawai negeri sipil) saat dipertanyakan apakah betul menjual buku LKS kepada siswa

Betul memang saya menjual buku LKS dan saya selaku kordinatornya, saya menawarkan buku LKS kepada setiap guru dan para guru menawarkan buku LKS ke para siswa dengan harga perbuku 10 ribu, rupiah’misalkan PK Buhroni Guru sosialogi memesan 100 buku, begitu juga dengan para Guru yang lainnya dengan mata pelajaran yang berbeda, Sahlan pertanyakan ada berapa jumlah siswa di SMA Negeri 1 Rajabasa, sekitar 500 siswa, jawab Ahmad Hamdan

Baca Juga :   "Andi Aripin "Usia 52 Tahun Penderita Sakit komplikasi Hingga Drop Di beri Bantuan oleh "YPN"

Ia juga mengatakan bahwa, “harga buku dijual dengan harga sepuluh (10) Ribu Rupiah, ada delapan (8) hingga sepuluh (10) macam buku mata pelajaran.” jelasnya.

Dari hal tersebut, sudah jelas di pasal 63 ayat (1) yang berbunyi sistem pembukuan penerbit dilarang menjual buku teks pendamping secara langsung kesatuan atau program pendidikan dari tingkat dini, dasar, hingga menengah.

Dan pada pasal 64 ayat (1) sistem pembukuan, penjualan buku teks atau non teks di lakukan melalui toko buku, berarti jelas kalau buku LKS tidak boleh di jual bel ( Sahlan )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.