,

Diduga akibat bangunan Hotel Grand Ansara Mentari Resident Rumah warga Sukajadi digenangi air

oleh -1262 Dilihat

Baturaja, Baranusantara-com  Warga RT 06 RW 03 di kelurahan Sukajadi, Baturaja Timur, Oku, dilanda kegelisahan karena banjir merendam sejumlah rumah. Meskipun demikian, sebagian warga telah mengambil langkah dengan mendatangi anggota DPRD Oku dari partai PBB, Ir.H.Syaifudin AB, yang juga berasal dari Sukajadi. Mendapatkan laporan dari warganya H.Syaifudin AB langsung menghubungi lurah Sukajadi dan camat Baturaja Timur untuk segera menindaklanjuti laporan warga Sukajadi yang sedang terdampak banjir,9 Desember 2023

Pada Sabtu sore, pukul 16.00 WIB, Ir.H. Syaifudin AB bersama Camat Baturaja Timur, Yoyin Arifianto S.STP.M.Si., dan Lurah Sukajadi, Frediansyah, mendatangi lokasi yang terdampak banjir setelah menerima laporan langsung dari warga.

Saat tiba di lokasi, tepatnya di belakang Hotel Grand Ansara Mentari Resident, Jln Insinyur Ibrahim, Sukajadi, terlihat beberapa rumah masih terendam air akibat hujan deras pada Jumat malam, 8 Desember 2023. Warga setempat, seperti Susi, yang rumahnya berada di belakang hotel tersebut, menyatakan bahwa banjir mulai memasuki rumahnya sejak Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Air yang masuk mencapai ketinggian sekitar 40 cm, dan hingga sore hari ketika kunjungan dari anggota DPRD Oku, camat, lurah, serta media IPSIN dan Baranusantara, rumah tersebut masih tergenang air.

Baca Juga :   Sejumlah Warga Desa Bandar dalam,Kecamatan Sidomulyo,mengeluhkan kondisi sungai Way Curup tercemar limbah diduga dari Perusahaan PT.Indonesia Evergreen (IEG).

Menurut keterangan dari Susi, sebelum adanya bangunan hotel, tidak pernah terjadi banjir karena saluran air atau siring lancar. Namun, sejak hotel dibangun, rumah-rumah sekitar mulai terdampak saat hujan turun. Warga menyatakan bahwa saluran siring kini tertutup oleh pondasi bangunan hotel, dan saluran air hanya menggunakan pipa paralon kecil. Hal ini menyebabkan genangan air karena pipa tersebut tidak mampu menampung debit air yang besar. Susi juga menambahkan bahwa saat mau membangun hotel tersebut pemilik hotel Haji Taufan tidak pamit atau memberi tau terlebih dahulu saat mau membangun hotel tersebut.

Baca Juga :   Sebuah momen empati dan kepedulian kemanusiaan terjadi di Dusun Air Gilas

Warga lain yang merasa terdampak banjir menyampaikan kekhawatiran mereka kepada media lurah, haji Syaifudin dan camat, menunjukkan bahwa situasi siring yang tertutup oleh bangunan hotel menjadi penyebab utama banjir ini. Camat Baturaja Timur Yoyin akan segera memanggil dan berkoordinasi dengan pemilik hotel untuk mencari solusi agar rumah warga tidak terdampak banjir lagi saat hujan turun. Diduga, tersumbatnya saluran air dari pemukiman warga menuju saluran utama di Sukajadi menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir ini adalah akibat tertutup nya saluran air atau farit yang menuju saluran air utama jalan insinyur Ibrahim Sukajadi.

Baca Juga :   Gerak Cepat Polsek Katibung Tangkap Dua Pelaku Curas di Fly Over

Tidak hanya merugikan rumah-rumah warga, tetapi banjir ini juga memaksa sebagian warga untuk mengungsikan keluarga yang sedang sakit. Seperti yang dialami oleh Susi yang terpaksa mengungsikan ibunya yang sedang sakit stroke, membuat mereka harus bergadang karena kekhawatiran akan kondisi rumah yang tergenang air.

Pemerintah setempat berkomitmen untuk mencari solusi demi keamanan dan kesejahteraan warga yang terkena dampak banjir ini. Langkah konkret diharapkan segera diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. ( Jim )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.