,

Dianggap Kejahatan Anggaran, Mirza Gumai Menuding 47 M Untuk Jatah Anggota Dewan Dalam Pembahasan Anggaran

oleh -387 Dilihat

Baturaja, Baranusantara-com, Oku Sebuah perdebatan sengit mencuat di rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) saat Mirza Gumai, Anggota Komisi II, menyoroti pemotongan anggaran senilai Rp 28 miliar pada Dinas PUPR Kabupaten OKU untuk APBD tahun 2023. Gumai menilai pemotongan ini sebagai kejahatan anggaran yang berdampak pada hilangnya sejumlah kegiatan yang seharusnya menjadi prioritas dalam perencanaan APBD tahun berikutnya.

Dalam suasana yang memanas, Mirza Gumai meninggalkan rapat dengan tegas menyatakan bahwa dana sebesar 47 miliar yang terdapat dalam APBD 2024 adalah jatah bagi anggota dewan (dana aspirasi) dari Pemda, yang dipandangnya sebagai pertanyaan yang membutuhkan penjelasan yang tuntas. Keheranan semakin bertambah saat dalam instruksi yang dimaksud, jawaban justru datang dari Ketua DPRD OKU, bukan dari pihak yang seharusnya memberikan penjelasan, yaitu PJ Bupati OKU, Teddy Meilwanysah.

Baca Juga :   Kebebasan Pers di Sumsel Merosot, Data Indeks Kemerdekaan Pers 2023 Dirilis

Dalam keterangan pers di kediamannya, Gumai menegaskan bahwa instruksi yang dia sampaikan dalam rapat Paripurna bertujuan untuk mendapatkan penjelasan terperinci mengenai pengalihan dana sebesar 28 miliar yang seharusnya menjadi prioritas di APBD tahun berikutnya. Ketidakkonsistenan penanganan masalah ini serta keterlibatan yang tidak tepat dalam memberikan jawaban semakin menimbulkan kecurigaan terhadap transparansi dan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran di Kabupaten OKU.

Sementara pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh Mirza Gumai, namun perdebatan mengenai transparansi, pertanggungjawaban, dan kejelasan penggunaan anggaran tampaknya menjadi sorotan yang semakin mendesak untuk dipecahkan dalam konteks pembahasan APBD di Kabupaten Ogan Komering Ulu. ( ril/Jim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.