Dewan perwakilan Rakyat Daerah(Oku) “Bener-bener Bela Hak Rakyat ” DPRD OKU” the best”

oleh -615 Dilihat

Baturaja, Baranusantara.com//Jum’at 7 Juli 2023″ Anggota DPRD OKU bersama puluhan calon wali siswa mendatangi SMP N 1 untuk mencari keadilan atas ditolaknya ratusan calon siswa dari jalur Zonasi.

Pendidikan merupakan miniatur sebuah perdaban bangsa, carut marutnya dunia pendidika memberikan dampak dan ancaman bagi masa depan generasi muda. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dimana, Ratusan anak usia sekolah yang akan menempuh sekolah tingkat Pertaman terancam putus sekolah lantaran ditoleh oleh pihak sekolah yang tidak jelas alasannya. meski Undang Undang Dasar mengamanatkan bahwa pendidikan wajib belajar 9 tahun merupakan hak bagi seluruh anak Indonesia dan dijamin oleh oleh pemerintah.

Sebuah kebijak yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan. Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP N 1 OKU serta Merta menolak ratusan calon siswa baru yang menggunakan jalur Zonasi.

Jumat (7/7/23). Puluhan perwakilan calon siswa yang memanfaatkan jalur Zonasi mendatangi gedung DPRD OKU sebagai bentuk upaya mencari keadilan atas ditolaknya anak mereka dari jalur Zonasi meskipun mereka berdomisili sesuai dengan jarak zonasi yang ditentukan untuk masuk sebagai calon siswa di sekolah yang katanya sebagai sekolah unggulan di Kabupaten OKU.

Sejak pagi sekitar pukul 09.00 wiwb puluhan calon wali siswa berkumpul di gedung DPRD OKU untuk menghadiri undangan dari Komisi I DPRD OKU yang direncakan menggelar rapat bersama pihak SMP N 1 OKU. Namun sangat disayangkan, hingga tengah hari pihak sekolah tidak merespon panggilan resmi dari Komisi I DPRD OKU sebagai lembaga yang mewakili aspirasi masyarakat untuk berdialog dengan para calon siswa yang ditolak.

Dengan tidak adanya respon dan niat baik dari pihak SMP N 1 untuk memberikan penjelasan, puluhan calon wali siswa bersama Ketua Komisi I dan anggota Komisi I DPRD OKU mendatangi SMP N 1 untuk berdialog dan mencari kejelasan atas ditoleknya ratusan calon siswa dari jalur Zonasi yang mana berdasarkan data seharusnya diterima sebagai siswa.

Baca Juga :   "Susi Anita" 39 Tahun Menderita Sakit (Carcinoma mammaaee)"Kanker payu Dara "Menahun Warga Desa Suka pindah

Sesampainya di SMP N 1, lagi-lagi para perwakilan calon wali siswa dan sejumlah anggota DPRD OKU kecewan lantaran tidak satupun perwakilan guru yang berada di sekolah tersebut. Nampak seluruh pintuh kantor tertutup rapat dan terkunci.

“Secara kelembagaan kami sudah mengundang pihak SMP 1 untuk hadir di gedung DPRD, namun tidak ditanggapi. Kami bersama para calon wali siswa berinisiatif mendatangi langsung SMP N 1. Tidak satupun pintu yang terbuka, bahkan kondisi sekolah ini pun kosong,” kata Yopi Sahruddin didampingi sejumlah anggota DPRD OKU lainnya diantaranya, Ledi Patra, Sahril Elmi, Erlan Abidin dan Ir H Syaifuddin AB.

Mendapati tidak adanya tanggapan dari pihak sekolah, Anggota DPRD OKU bersama puluhan perwakilan calon wali siswa bertolak menuju kediaman dinas Pj Bupati OKU untuk mencari solusi dan jalan keluar atas nasib ratusan calon siswa yang terancam putus sekolah lantaran tidak diterima di SMP N 1 OKU.

Sesampainya di depan gerbang rumah Dinas Bupati, jangankan untuk bertemu dan mengadukan nasib mereka, puluhan calon wali siswa yang saat itu beberapa diantara mereka membawa anaknya sebagai calon siswa. Mereka malah dihadang oleh petugas penjagaan untuk memasuki pekarangan rumah dinas Bupati.

“Kami sebagai anggota DPRD OKU berhak untuk menyampaikan keluh kesa masyarakat kepada Bupati, kami disini bersama puluhan calon wali siswa ingin bertemu dan menyampaikan keluhan masyarakat terkait carut marutnya PPDB SMP N 1 OKU,” ungkap Yopi Sahruddin memberikan penjelasan kepada petugas jaga agar dapat diizinkan masuk ke dalam rumah dinas Bupati.Anggota DPRD OKU berdialog dengan petugas jaga rumah dinas Bupati agar para calon wali siswa di izinkan masuk

Baca Juga :   Diduga Sengaja di Buang, Ratusan Buku Tabungan dan Kartu ATM PIP Milik Siswa Siswi MAN Lamsel di Temukan Berserakan

Sangat disayangkan, harapan para calon wali siswa kembali hambar lantaran saat itu, Pj Bupati OKU tengah tidak berada ditempat sehingga para calon wali siswa pun harus menunda perjuangannya dalam menuntut keadilan untuk anak mereka.

“Untuk diketahui, ada ratusan anak-anak yang menjadi kewajiban pemerintah dalam memberikan jaminan pendidikan bagi mereka, namun hari ini kita dipertontonkan oleh ketidak pedulian pemerintah daerah. Mau dikemanakan nasib anak-anak ini yang tidak diterima oleh sekolah. Dan hari ini l, baik itu pihak sekolah maupun Dinas terkait, bahkan kami sampai mendatangi rumah dinas. Bupati pun tidak mendapat tanggapan,” ungkapnya.

Sejumlah calon wali siswa yang hadir mengungkapkan kekesalannya atas ketidak adilan tersebut. Iwan salah satu calon wali siswa mengatakan, nakanya sudah memenuhi persyaratan baik itu melalui jalur Zonasi maupun jalur Afirmasi. Namun dari hasil pengumuman yang dikeluarkan pihak sekolah anaknya ditolak.

“Kalau jalur Zonasi rumah saya berada persis di belakang SMP N 1, kalau mau jalur Afirmasi anak saya mempunyai kartu Indonesia Pintar. Tapi hasilnya tetap ditolak. Sekarang ini kami bingung, anak kami tidak bisa lagiendaftar ke sekolah negeri yang lain karena sudah tutup kalau di sini ditolak,” ungkapnya kepada awak media.

Sementara itu, calon wali siswa lainnya menegaskan dirinya dan para calon wali siswa lainnya siap berjuang untuk menuntut keadilan atas ketidak adilan yang terjadi dalam penerimaan siswa baru melalui jalur Zonasi di SMP N 1 OKU.

Untuk diketahui, berdasarkan penjelasan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD OKU, Nafroni didampingi anggota Komisi I Sahril Elmi menegaskan. Pihaknya sangat menyayangkan adanya sikap panitia PPDB SMP N 1 OKU yang dinilai merampok hak masyarakat khususnya yang masuk di zonasi sekolah untuk berkesempatan menjadi siswa di SMP N 1 OKU.

Baca Juga :   PISAH SAMBUT ,KEPALA DESA fajar jaya".Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU PROVINSI SUMATERA SELATAN

“SMP N 1 OKU dari kuota peserta didik baru sebanyak 352 siswa dan dikurangi 2 siswa tidak naik kelas, akan tetapi SMP N 1 OKU hanya meluluskan 203 peserta didik baru dari 541 pendaftar,” katanya

Ditambahkannya, pihaknya mempertanyakan, panitia PPDB SMP N 1 OKU hanya menerima 64 peserta didik baru jalur Zonasi dan dari 64 peserta didik tersebut ditemukan 12 orang yang tidak menggunakan alamat yang sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) atau KK nya belum satu tahun berada di wilayah zonasi sekolah, bahkan salah satu calon siswa dari jalur afirmasi yang tidak melampirkan syarat program dari pemerintah.

” Seharusnya SMP N 1 ini dalam penerimaan 350 siswa didik harus meluluskan sampai dengan 147 peserta didik baru yang telah ditolak dari jalur Zonasi sebagai mana sesuai dengan jumlah pendaftaran calon siswa melalui jalur Zonasi,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia. Demi mempercepat penuntasan masalah PPDB di SMP N 1 OKU pihaknya meminta para wali murid dan calon siswa yang tidak lulus jalur Zonasi untuk ikut hadir dalam rapat Komisi I DPRD OKU bersama SMP N 1 OKU pada 7 Juli 2023 pukul 09.00 WIB.

“Besok kami mengundang wali murid yang anaknya tidak lulus jalur Zonasi untuk hadir rapat bersama SMP N 1 OKU terkait polemik penerimaan siswa baru. Silahkan masyarakat hadir disini. Kita akan meminta penjelasan dari pihak SMP N 1 OKU terkait PPDB khususnya jalur Zonasi,” tegasnya.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.