Zian,” Usia 2 Tahun Menderita Bocor Jantung, Paru-paru Dan Pengapuran Tulang

oleh -436 Dilihat

Baranusantara com Lampung. 2 Januari 2023″,Orang tua balita berusia 2 Tahun, Ziyan Haviz Al Ikhsan, Butuhkan uluran tangan dari Pemerintah
serta Dermawan, jelang operasi bocor jantung.

Anak dari pasangan Rosilah (38) dan M. Ihcanudin (49) Orang tua Balita penderita bocor jantung, paru-paru dan pengapuran tulang, warga Dusun Saung Kuring, Desa Rawi Rt.03 Rw.01 Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, provinsi Lampung “mengharapkan uluran tangan para dermawan.

Menjelang operasi bocor jantung anaknya, sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak RS Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta pada Tanggal 6 Februari 2023 mendatang.

Sementara biaya operasi bocor jantung, Sangat besar. Sedangkan kedua orang Tua Ziyan dari keluarga tidak mampu. Untuk itu mereka berharap kepada Seluruh lapisan masyarakat dan pejabat Serta pengusaha berbelas kasihan untuk Sudi membantu meringankan biaya Operasi anaknya.Bisa Dengan mengirim lewat Rek (58-14-01-02-7310-537 )Atas nama Rosila

” Perlu saya sampaikan kepada Bapak Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bahwa, anak saya memang pada waktu itu mendapatkan simbolis bantuan biaya berobat dari Donasi Kitabisa.com sebesar Rp.147 juta. Namun harus dengan syarat biaya sendiri dulu (talangan) dan batas waktu hanya tiga bulan.

Baca Juga :   Anak Anak TK Dewi Kartini Bagi Bagi Takzil Di Area Pom Bensin Gatam Bakauheni Lamsel.

Sementara kita orang tidak punya atau tidak mampu, dari mana pinjam uang sebanyak itu. Sehingga donasi dari Kitabisa.com hangus (dialihkan ke penderita yang lain), ” ungkap Rosilah ibu dari Ziyan Hafiz kepada media di kediamannya, Jum’at (16/12/2022).

Lanjut, Ibu Rosilah menuturkan, untuk itu mereka bersama sang suami saat ini, sedang kebingungan untuk biaya operasi di awal bulan Februari 2023 mendatang.

Sementara selaku orang tua sudah berupaya maksimal untuk mengobati anaknya. Karena setiap hari meringis kesakitan dan sampai usia 2 tahun belum bisa jalan karena menderita pengapuran sendi, selain bocor jantung dan iritasi paru-paru.

” Prasangka orang, bahwa anak saya mendapatkan donasi dari Kitabisa.com. Padahal, faktanya tidak bisa kita klaim (cairkan) karena syaratnya, harus menggunakan biaya pribadi dulu minimal Rp.100 juta lebih. Dari mana kita pinjam uang sebanyak itu, ditambah habis masa tenggat waktu selama tiga bulan. Jadi zonk! (Gagal klaim), ” terangnya.

Baca Juga :   Acara Lepas kangen Yudi purna Nugraha SH Dengan Acara Buka Puasa Bersama Rekan-Rekan DPRD OKU

Sementara bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atau dari Dinas terkait, sampai saat ini belum ada atau hadir melihat langsung kondisi anaknya meringis menangis menahan sakit setiap hari. Menurut Muhamad Ihcanudin, ayah dari Ziyan Hafiz menuturkan, anaknya menderita kelainan jantung, iritasi paru-paru, pengapuran sendi sudah satu tahun. Dan sudah berobat kemana-mana. Dari RSUD Bob Bazar Kalianda sampai di rujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung dan dirujuk lagi ke RS Harapan Kita di Jakarta. Dan klinik-klinik yang ada di sekitar Provinsi Lampung, dan biaya yang tidak sedikit.
“Kita bingung dan lagi pusing bagaimana biaya berobat operasi jantung nanti.

Sementara waktu tidak lama lagi, sekitar satu bulan setengah. Awal bulan Februari kita harus berangkat ke Jakarta. Sedangkan kita belum ada gambaran untuk pinjaman uang, untuk biaya berobat dan bekal selama di rumah sakit nanti,” kata M. Ihcanudin.

Baca Juga :   Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui dinas terkait, bisa membantu biaya pengobatan putranya. Agar bisa hidup normal layaknya balita yang lainnya.

Saya berharap Bapak Bupati Lampung Selatan dan para pejabat dinas terkait agar bisa membantu biaya berobat anak kami. Dan saya juga selalu berdoa supaya ada dermawan tergerak membantu kami, agar bisa berobat operasi anak saya sampai sembuh.

Agar bisa seperti anak-anak yang lainnya, yang normal, yang sehat,” harapnya. Masih dikatakan M. Ihcanudin, berat badan anaknya selalu menurun saat kondisinya ngedrop. Dan masih nyusu ASI.

Ketika diganti susu formula, anaknya tidak mau. Sementara, tiap hari wajib minum obat untuk pereda nyeri. Karena meringis kesakitan setiap hari. Karena usia 2 tahun, tidak bisa apa-apa (jalan, ngomong atau bicara) akibat kondisi yang dideritanya tersebut. Namun selaku orang tua apapun akan kami lakukan demi kesembuhan anak kami, “Ucapnnya. (red)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.